Labuhanbatu, Detik kriminal – Keresahan masyarakat terhadap dugaan maraknya peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, semakin mencuat. Sejumlah warga menyebut nama seorang pria berinisial KJ alias Kojek yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran sabu di wilayah tersebut.
Berdasarkan penelusuran tim kolaborasi investigasi di lapangan pada Sabtu (7/3/2026), dugaan aktivitas peredaran narkoba disebut terjadi di beberapa titik wilayah Panai Hulu. Nama KJ alias Kojek kerap disebut warga sebagai sosok yang diduga memiliki peran dalam jaringan tersebut.

Menurut keterangan warga, aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran sabu disebut-sebut berlangsung di sekitar lingkungan Perumahan Permai Dusun III Desa Cinta Makmur, serta menjangkau beberapa wilayah lain di Kecamatan Panai Hulu.
Salah seorang warga yang mengaku aktif dalam gerakan anti narkoba di wilayah tersebut menyebut bahwa meskipun beberapa orang yang diduga bagian dari jaringan peredaran narkoba pernah diamankan aparat, namun aktivitas yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut masih terus berlangsung.
“Beberapa orang memang sudah pernah ditangkap, tapi menurut warga jaringan itu masih berjalan. Kami berharap aparat tidak berhenti pada pengguna saja, tapi menelusuri sampai ke akar jaringannya,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga juga mengungkap adanya dugaan modus transaksi narkotika yang dilakukan secara terselubung melalui sebuah kios penjualan ponsel dan paket internet di sekitar kawasan tersebut.
Dalam dugaan modus tersebut, istilah paket internet disebut digunakan sebagai kode transaksi narkoba. Menurut warga, paket sabu senilai Rp100 ribu disebut sebagai ‘1 G’, sedangkan paket Rp150 ribu disebut sebagai ‘1,5 G’, dan seterusnya.
Selain itu, aktivitas yang diduga berkaitan dengan penggunaan maupun transaksi narkoba juga disebut kerap terjadi di area perkebunan kelapa sawit milik warga.
“Beberapa waktu lalu warga yang peduli terhadap bahaya narkoba sempat melakukan penggerebekan di lokasi kebun sawit tempat mereka berkumpul,” kata seorang tokoh pemuda setempat.
Warga juga menyinggung sebuah peristiwa pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, ketika dua orang berinisial SJN dan GT alias Gito sempat diamankan oleh personel Polsek Panai Tengah.
Namun saat hendak dimasukkan ke kendaraan patroli dalam kondisi tangan diborgol, keduanya mencoba melarikan diri. Dalam pengejaran yang dilakukan petugas, SJN berhasil diamankan kembali, sementara GT dilaporkan berhasil melarikan diri, dan borgol yang dikenakannya ditemukan dalam kondisi terputus.
Peristiwa tersebut semakin menambah perhatian masyarakat terhadap dugaan aktivitas jaringan narkotika yang disebut masih beroperasi di wilayah Panai Hulu.
Terkait informasi tersebut, jurnalis telah mencoba meminta klarifikasi kepada KJ alias Kojek melalui pesan WhatsApp. Pesan konfirmasi tersebut mendapat balasan singkat dari yang bersangkutan berupa ucapan “makasi bg🙏”, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan lebih lanjut yang disampaikan.
Sementara itu, Kapolsek Panai Tengah saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.
“Terima kasih infonya. Akan kami dalami dan lakukan penyelidikan terkait informasi tersebut,” tulis Kapolsek dalam pesan singkatnya.
Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum tidak menutup mata terhadap keresahan masyarakat dan segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan jaringan peredaran narkotika di wilayah Panai Hulu.
Warga menilai langkah tegas aparat sangat dinantikan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang dinilai telah meresahkan masyarakat serta berpotensi merusak generasi muda di wilayah tersebut.
(Tim Redaksi)













