Labuhan batu Detik Kriminal.id – Tepatnya Selasa 23/6/2026, kantor PT Hari Sawit Jaya di Dusun Sidomulyo I, Desa Sidomulyo, berubah jadi arena kekerasan. Manarsar Sitorus, agen TBS, mengaku dianiaya JS dan belasan orang setelah protes antrian bongkar sawit yang diduga sengaja dimainkan.
Konflik dipicu antrian. Manarsar dan 6 agen lain sudah 3 hari menunggu giliran bongkar. Sementara truk milik JS disebut terus masuk. Dugaan sortir curang dan orang dalam PT HSJ ikut bermain. Akibatnya TBS membusuk, kualitas turun, kerugian menumpuk.

Protes itu disampaikan langsung. Manarsar bersama 7 agen lain datang ke kantor PT HSJ. Hadir Babinkantibmas Polsek Bilah Hilir, Humas Ray Saragih, dan Asisten Pemasaran buah Johan Sortasi , Tuntutan sederhana: kembalikan sistem antrian seperti biasa, sesuai aturan perusahaan.

Alih-alih solusi, ancaman datang dari luar. JS dan anaknya TS bersama sekitar 15 orang berteriak, memaki, lalu menendang pintu. Mereka masuk ruangan dan langsung memukuli Manarsar. Semua terjadi di depan aparat, Humas, dan Asisten Pemasaran buah.
Manarsar menyebut 2-3 orang membawa clurit dan klewang. JS diduga juga Ketua Ormas di Labuhanbatu. Kekerasan dilakukan terang-terangan, di ruang yang seharusnya jadi tempat mediasi, bukan eksekusi.
“Korban sudah lapor polisi. Ini bukan sengketa dagang sawit, ini pidana penganiayaan,” tegas Manarsar. Laporan resmi tercatat: LP/B/902/VI/2026/SPKT/Polres Labuhanbatu/Polda Sumut.
Kasatreskrim Polres Labuhanbatu AKP M. Jihad Fajar Balman merespons lewat WhatsApp 23.17 WIB. Intinya: proses masih pemeriksaan, korban atau kuasa hukum bisa langsung ke penyidik bila ada yang ditanyakan.

PT HSJ bungkam. Hingga berita ini tayang, Humas Ray Saragih dan Asisten Pemasaran buah Johan Sortasi yang berada di lokasi kejadian tak memberi tanggapan saat dikonfirmasi. Diam mereka menambah tanda tanya publik.
Perkara ini menyeret tiga persoalan , praktik antrian TBS yang diduga pilih kasih, dugaan keterlibatan orang dalam, dan penggunaan kekerasan ormas di area perusahaan. Kalau dibiarkan, iklim usaha sawit rakyat makin tak aman.
Hukum harus bicara lebih keras dari clurit. Publik menunggu Polres Labuhanbatu mengusut tuntas. Karena kalau antrian bisa diserobot dan orang bisa dikeroyok di kantor perusahaan, besok siapa lagi yang berani protes?
Reporter Detik kriminal.id
Rahman F.Hsb.









