Kuala Lumpur — Di era ketika reputasi perguruan tinggi semakin ditentukan oleh jejaring internasional, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan mengambil langkah konkret. Melalui International Academic Visit dan Focus Group Discussion (FGD) International di Malaysia, UINSU tidak hanya membawa nama kampus ke tingkat global, tetapi juga membuka ruang kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu peserta yang turut ambil bagian adalah Eka Putra Zakran, SH, MH, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Advokat Negarawan Indonesia (DPP AdNI) sekaligus mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum Islam Pascasarjana UINSU Medan.

Selama empat hari, 25–28 Juni 2026, Eka bersama 28 delegasi mengikuti agenda akademik di Faculty of Law International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Faculty of Law Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kedua institusi tersebut dikenal sebagai pusat pengembangan ilmu hukum dan studi Islam yang memiliki pengaruh kuat di tingkat internasional.
Delegasi UINSU dipimpin Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Nurussakinah, M.Psi, didampingi Wakil Direktur Prof. Dr. Salamuddin, MA, Ketua Program Studi Doktor Hukum Islam Prof. Arifuddin Muda Harahap, M.Hum, serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan.
Sebelum memasuki agenda utama, Direktur Pascasarjana UINSU menyerahkan secara simbolis Kartu Tanda Mahasiswa aktif kepada Eka Putra Zakran di Kingston Hotel, Kuala Lumpur. Momen sederhana itu menjadi simbol dimulainya perjalanan akademik yang sarat makna.
Bagi Eka, kunjungan tersebut bukan sekadar melihat kampus luar negeri, melainkan kesempatan memahami bagaimana universitas kelas dunia membangun budaya riset, tata kelola akademik, hingga kolaborasi internasional.
“Atmosfer akademiknya sangat terasa. Kami berdiskusi langsung dengan para profesor, bertukar gagasan, sekaligus melihat bagaimana kampus-kampus besar mengembangkan pendidikan hukum. Pengalaman seperti ini tidak bisa digantikan hanya dengan membaca buku atau mengikuti seminar secara daring,” ujar Eka.
Di IIUM, rombongan diterima oleh Prof. Dr. Sonny Zulyadi beserta tim, sedangkan di UKM disambut Prof. Dr. Helmi MD Said dan jajaran akademisi fakultas hukum. Diskusi berlangsung dinamis, membahas peluang riset bersama, pengembangan kurikulum, hingga penguatan jejaring akademik internasional.
Menurut Eka, kegiatan seperti ini menjadi investasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan UINSU.
“Semua peserta menikmati prosesnya. Kami memperoleh banyak wawasan baru, memperluas jaringan akademik, sekaligus membawa pulang inspirasi untuk pengembangan kampus. Tidak berlebihan jika saya mengatakan, International Academic Visit UINSU is the best,” ungkap EPZA.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pascasarjana UINSU Medan untuk terus memperluas kemitraan internasional. Di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin kompetitif, penguatan kolaborasi global dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, riset, dan daya saing lulusan di tingkat internasional.
International Academic Visit 2026 pun bukan hanya menjadi catatan perjalanan akademik para peserta, tetapi juga menandai langkah UINSU menuju ekosistem pendidikan tinggi yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berorientasi global.













