banner 728x250

Pelatihan BCKS Kabupaten Labuhanbatu di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Labuhanbatu (foto) istimewa

banner 120x600
banner 468x60

Medan. Detik kriminal – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan SH,Melalui Sekjen Dinas Pendidikan Ahmad Yani ST MM, Membuka  pelatihan bagi calon kepala sekolah (BCKS), Ahmad Yani menegaskan harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan langsung di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan para kepala sekolah agar tidak menjadikan pelatihan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi tanpa tindak lanjut setelah kembali ke satuan pendidikan.

“Jangan sampai Bapak dan Ibu mengikuti pelatihan BCKS, pulang ke sekolah, kemudian semuanya berjalan seperti biasa tanpa perubahan. Setelah mengikuti pelatihan, harus ada proyek perubahan,” kata Ahmad Yani saat membuka Pelatihan BCKS Kabupaten Labuhanbatu  di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan di Medan , Rabu 26  Agustus 2026.

banner 325x300

Menurut Yani , kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pendidikan diterapkan secara konkret di tingkat satuan pendidikan. Karena itu, wawasan yang diperoleh selama pelatihan harus diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam tata kelola sekolah maupun pembelajaran.

Pelatihan BCKS tersebut diikuti 70  peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Peserta terdiri dari jenjang  SD dan SMP.

Dengan demikian, pelatihan BCKS menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas para kepala sekolah yang telah menjalankan tugas kepemimpinan di sekolah masing-masing. “Selama menjadi kepala sekolah, harus ada perubahan yang dapat dilihat. Jangan sampai sekolah sekarang masih sama seperti ketika kita dulu bersekolah,” katanya.

Yani juga menyoroti peran kepala sekolah dalam mengawal kualitas pembelajaran. Menurutnya, kepemimpinan sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada urusan administrasi. Kepala sekolah, kata dia, harus mengetahui bagaimana proses pembelajaran berlangsung, bagaimana guru mengajar, hingga pengalaman belajar yang diterima peserta didik.

“Jadikan semua lingkungan satuan pendidikan yang terlihat oleh anak-anak itu menjadi kurikulum. Biar setiap hari anak-anak mendapat stimulasi nilai-nilai yang positif, baik kebersihan maupun pembiasaannya,” tuturnya.

Perhatian juga diberikan terhadap kondisi kantin sekolah. Yani meminta sekolah memastikan makanan dan minuman yang tersedia mendukung program makanan sehat dan bergizi bagi peserta didik. “Setiap makanan dan minuman yang masuk ke kantin harus dikurasi. Minimal selama pembelajaran di sekolah, selama 6 hari itu, anak-anak makan dan minumannya sehat,” katanya.

Yani berharap hasil pelatihan tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan. Setiap kepala sekolah diminta menyusun dan menjalankan proyek perubahan yang memiliki hasil konkret. “Biar benar-benar harapan dari kementerian melalui BCKS ini tercapai. Jangan hanya ikut pelatihan, pulang ke sekolah, kemudian biasa-biasa saja,” ucapnya.

Salah seorang peserta, Kepala SD Negeri 08 Rantau utara Asnawati Spd , menilai pelatihan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kompetensinya setelah sekitar hampir 5 tahun menjalankan tugas sebagai kepala sekolah. “Dengan adanya pelatihan ini, pengetahuan dan keterampilan kami akan semakin kuat, terutama dalam menyelesaikan berbagai persoalan dan pekerjaan di lapangan,” ujar Asnawati.

Ia optimistis bekal yang diperoleh dari pelatihan dapat mendukung upaya melakukan pembenahan di sekolah yang dipimpinnya”.M.SUKMA

Facebook Comments Box
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *