banner 728x250

Polri Hadir dalam Seminar Nasional Hari Santri 2026, Perkuat Moderasi Beragama Menuju Indonesia Emas 2045.

banner 120x600
banner 468x60

BOGOR,Detikkriminal.id – Senin 26/10/2026.Ikatan Alumni Nurul Qur’an (IANQ) bersama Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Qur’an Ciseeng, Bogor, menggelar Seminar Nasional dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Masjid Pesantren Al-Qur’an Nurul Qur’an Ciseeng, Bogor, ini diikuti lebih dari 600 peserta yang terdiri atas santri putra dan putri, alumni, tenaga pendidik, serta tamu undangan.

Mengangkat tema “Moderasi Beragama dan Peran Santri dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, seminar ini menghadirkan Bapak Brigjen Pol. Muhammad Rudy Syafiruddin, S.I.K., S.H., yang mewakili Kapolri, serta Mas Alfi Hafidh Ishaqro, M.Pd., M.Hum., selaku sejarawan Islam kontemporer.

banner 325x300

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan kepala desa, unsur RT dan kepala dusun, para ustaz dan ustazah, kepala sekolah, guru, serta alumni pesantren. Pengasuh Pesantren, Baba KH. Ahmad Ubay Dinur, S.Q., S.H.I., M.Pd., menyampaikan keynote speech, sedangkan Penasihat Pesantren, Bapak KH. Nurzein, memimpin doa.

Seminar ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman tentang moderasi beragama, identitas kebangsaan, serta peran strategis santri dalam menghadapi tantangan bangsa di tengah perkembangan teknologi dan dinamika sosial.

Ketua IANQ: Seminar Menjadi Momentum Memperkuat Sinergi

Ketua Ikatan Alumni Nurul Qur’an (IANQ), Muhamad Ilham Aufa, S.Pd., menegaskan bahwa seminar nasional tersebut bukan sekadar agenda peringatan Hari Santri Nasional, melainkan juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun kolaborasi lintas elemen masyarakat.

“Bagi kami, seminar ini bukan sekadar memperingati Hari Santri Nasional, melainkan juga ikhtiar mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara pesantren, alumni, kepolisian, pemerintah, serta masyarakat dalam menjawab tantangan bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi berbagai unsur tersebut penting untuk memperkuat peran pesantren dan generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Melalui sinergi yang berkelanjutan, santri diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Pengasuh Pesantren Tekankan Tantangan Santri di Era Digital

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Qur’an, Baba KH. Ahmad Ubay Dinur, S.Q., S.H.I., M.Pd., menyoroti tantangan yang dihadapi santri di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, santri tidak hanya dituntut memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga harus mampu menghadapi berbagai persoalan di ruang digital.

“Di era digital sekarang ini, santri juga dituntut mampu menghadapi tantangan berupa penyebaran ujaran kebencian, intoleransi, disinformasi, dan narasi ekstremisme. Oleh karena itu, santri harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan dakwah yang menyejukkan hati dan menjunjung tinggi akhlakul karimah,” ungkapnya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya kemampuan santri dalam menggunakan teknologi secara bijak. Media digital tidak hanya menjadi sarana memperoleh informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan keagamaan yang damai, memperkuat toleransi, serta membangun ruang publik yang sehat.

Bapak Brigjen Pol. Muhammad Rudy Syafiruddin: Santri Adalah Aset Bangsa

Bapak Brigjen Pol. Muhammad Rudy Syafiruddin, S.I.K., S.H., yang hadir mewakili Kapolri, menyampaikan bahwa santri merupakan aset bangsa yang perlu dibimbing dan dibina agar tumbuh menjadi generasi berkualitas serta membanggakan Indonesia.

“Santri ini adalah aset-aset bangsa yang perlu kita betul-betul dibimbing dengan baik sehingga menjadi aset yang luar biasa. Jadilah santri-santri yang betul-betul taat kepada orang tua, agama, jauhi hal yang tidak baik, jauhi narkotika, jauhi bully membully, dan di sini tidak ada, santri Pondok Pesantren Nurul Qur’an tidak ada seperti itu. Harapan besar saya, jadilah santri yang hebat dan menjadi suatu hal yang membanggakan Indonesia. Terima kasih,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter, kedisiplinan, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi positif bagi bangsa.

Ia juga menekankan pentingnya membimbing santri agar terhindar dari perilaku negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika dan perundungan, sehingga lingkungan pesantren dapat terus menjadi ruang pendidikan yang mendukung pembentukan karakter generasi muda.

Mas Alfi Hafidh Ishaqro: Identitas Santri Menjadi Fondasi Membangun Indonesia Emas

Sejarawan Islam kontemporer, Mas Alfi Hafidh Ishaqro, M.Pd., M.Hum., menekankan pentingnya memahami identitas santri dalam konteks kehidupan beragama dan bernegara.

“Santri ini memiliki identitas keislaman, keindonesiaan, dan yang ketiga identitas kebangsaan,” ungkapnya.

Ia juga mengangkat semangat Hari Santri melalui tema “Jihad Santri, Jayakan Negeri: Dari Perjuangan Fisik Menjadi Indonesia Emas 2045.” Pesan tersebut menggambarkan perkembangan kontribusi santri dalam perjalanan bangsa, dari perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan hingga perjuangan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan pembangunan nasional.

Dalam konteks Indonesia Emas 2045, kontribusi santri dinilai tidak harus menunggu hingga tahun tersebut. Pembangunan sumber daya manusia yang unggul dapat dimulai sejak sekarang melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan akhlak, penguasaan teknologi, serta keterlibatan aktif dalam menjawab persoalan masyarakat.

Santri juga memiliki peluang untuk mengambil peran lebih luas di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, hingga teknologi digital. Dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya menjaga tradisi keilmuan, tetapi juga berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

Sinergi Alumni dan Pesantren untuk Masa Depan Santri

Penyelenggaraan seminar nasional ini memperlihatkan keterlibatan alumni dan pesantren dalam membangun ruang pembelajaran yang mempertemukan perspektif keagamaan, kebangsaan, dan sosial. Kehadiran lebih dari 600 peserta menunjukkan besarnya partisipasi keluarga besar pesantren dalam kegiatan peringatan Hari Santri tersebut.

Melalui kegiatan ini, IANQ bersama Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Qur’an Ciseeng, Bogor, mendorong agar santri tidak hanya memiliki landasan keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu mengembangkan wawasan kebangsaan, bersikap bijak dalam menggunakan teknologi, serta mengambil bagian dalam menjawab tantangan masyarakat.

Semangat Hari Santri diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga nilai-nilai keislaman, merawat persatuan, memperkuat akhlak, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Amatd.

Facebook Comments Box
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *