Menu

Mode Gelap
 

Organisasi

Panglima Satbel Pers DPP PWDPI Apresiasi Putusan MK: Wartawan Tidak Dapat Dipidanakan atas Karya Jurnalistik

badge-check


					Panglima Satbel Pers DPP PWDPI Apresiasi Putusan MK: Wartawan Tidak Dapat Dipidanakan atas Karya Jurnalistik Perbesar

Bogor, Detik kriminal – Selasa (20/1/2026) — Panglima Satuan Tugas Bela Wartawan (Satbel Pers) Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI), Dedi Supiandi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Mahkamah Konstitusi (MK) atas putusannya yang menegaskan bahwa wartawan tidak dapat dipidanakan atas karya jurnalistik yang dijalankan sesuai kode etik dan ketentuan hukum pers.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Supiandi kepada awak media di Bogor, Selasa (20/1/2026). Menurutnya, putusan MK menjadi penegasan penting bagi perlindungan kemerdekaan pers dan penguatan posisi wartawan sebagai pilar demokrasi.

“Keputusan Mahkamah Konstitusi ini adalah bentuk keberpihakan negara terhadap kemerdekaan pers. Wartawan bekerja untuk kepentingan publik, sehingga tidak bisa serta-merta dipidanakan atas produk jurnalistiknya,” ujar Dedi.

Dasar Hukum Perlindungan Pers
Dedi menegaskan bahwa profesi wartawan secara tegas telah dilindungi oleh hukum, antara lain:

1.Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, serta ayat (3) yang menegaskan pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan serta informasi.

2.UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28F, yang menyatakan setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi serta menyampaikan informasi dengan segala jenis saluran yang tersedia.

3.Putusan-putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan bahwa sengketa pemberitaan harus diselesaikan melalui mekanisme Undang-Undang Pers, bukan kriminalisasi.

Ajakan kepada Masyarakat dan Aparat
Dedi juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat, pejabat pemerintah, pengusaha, serta aparat penegak hukum—khususnya TNI dan Polri—untuk bersama-sama melindungi profesi wartawan dan menghormati kerja jurnalistik.

“Wartawan adalah pilar demokrasi yang diakui negara. Tanpa jurnalis dan media, sulit membayangkan bagaimana informasi publik dapat tersampaikan secara sehat kepada masyarakat, pemerintah, dan institusi negara,” tegasnya.

Komitmen Satbel Pers PWDPI
Sebagai Panglima Satbel Pers DPP PWDPI, Dedi menyatakan komitmennya untuk mengawal dan menjaga keselamatan para wartawan yang tergabung dalam organisasi PWDPI, yang menaungi ratusan hingga ribuan media di seluruh Indonesia.

Namun demikian, ia juga menegaskan pentingnya profesionalisme insan pers.
“Saya meminta para pejuang pena di PWDPI untuk benar-benar menjalankan tugas dan fungsi jurnalistik secara profesional, berpegang pada kode etik, serta menjaga nama baik media dan marwah pers,” katanya.

Profesi Mulia Tanpa Pamrih
Dedi menilai profesi wartawan sebagai profesi yang sangat mulia. Wartawan bekerja siang dan malam, dalam panas maupun hujan, sebagai kontrol sosial demi kepentingan publik, tanpa digaji oleh negara.

“Kami bekerja dengan niat dan tanggung jawab moral. Karena itu, organisasi pers hadir sebagai wadah untuk melindungi wartawan dari intimidasi, ancaman, maupun kekerasan. Satbel Pers DPP PWDPI siap membela wartawan yang menjalankan tugasnya secara sah dan profesional,” tegas Dedi.

Di akhir pernyataannya, Dedi Supiandi mengajak seluruh pihak—pemerintah, aparat, pengusaha, dan masyarakat—untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan kehormatan para wartawan.

“Kami berharap ke depan, profesi wartawan benar-benar dihargai, dijaga, dan dilindungi demi terciptanya demokrasi yang sehat dan berkeadilan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BKPRMI DKI Jakarta Dorong Stabilitas Ramadan, Dukung Gerakan Jaga Jakarta

19 Maret 2026 - 11:33 WIB

Bangun Sinergitas, Forwaka dan SMSI Labuhanbatu Raya Buka Puasa Bersama di Istana CAD

17 Maret 2026 - 14:06 WIB

Bulan Suci Ramadan, MIO Jakarta Timur Bagikan Santunan untuk 146 Anak Yatim di Panti Asuhan

13 Maret 2026 - 12:26 WIB

Kepedulian di Bulan Ramadhan, MIO Indonesia PD Jakarta Timur Santuni 146 Anak Yatim di Duren Sawit

12 Maret 2026 - 17:04 WIB

Sebagai Pilar Keempat, MIO Indonesia Siap Berikan Kontrol Sosial dan Kritik Membangun bagi Pemerintah

11 Maret 2026 - 11:53 WIB

Trending di Organisasi