Batu Bara, Sumatera Utara, Detik kriminal — Kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU 14.212.261 yang berada di Desa Cengkring, Jalan Access Road PT Inalum Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, menuai keluhan dari masyarakat. Kondisi tersebut dinilai meresahkan warga yang sangat bergantung pada BBM jenis Pertalite untuk aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan data stok BBM di SPBU Pakam Raya per 10 Maret 2026, ketersediaan bahan bakar tercatat sebagai berikut:

1.Solar: 2 ton
2.Pertalite: Kosong
3.Pertamax: 11 ton
4.Dexlite: 7 ton
Dari data tersebut terlihat bahwa Pertalite, yang merupakan jenis BBM paling banyak digunakan masyarakat, justru dalam kondisi kosong, sementara beberapa jenis BBM lainnya masih tersedia.
Kondisi ini menimbulkan keluhan dari masyarakat dan para pengguna kendaraan, terutama pengendara roda dua serta pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada Pertalite untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM sehingga harus mencari ke SPBU lain yang jaraknya lebih jauh. Hal ini tentu menambah biaya dan waktu bagi masyarakat yang membutuhkan bahan bakar untuk bekerja maupun beraktivitas.
Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU serta Pertamina dapat segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut dan memastikan distribusi Pertalite kembali normal, agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
Selain itu, warga juga meminta instansi terkait dan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di SPBU tersebut sehingga kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU maupun pihak terkait belum memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait kekosongan BBM jenis Pertalite tersebut.
(Junianto Sinaga)













