Menu

Mode Gelap
 

Berita Kasus

Abaikan Instruksi Efisiensi dan Simpati Terhadap Rakyat dari Menteri, Patra Niaga Hamburkan Anggaran Untuk Acara Mewah dan Main Padel di Bali

badge-check


					Abaikan Instruksi Efisiensi dan Simpati Terhadap Rakyat dari Menteri, Patra Niaga Hamburkan Anggaran Untuk Acara Mewah dan Main Padel di Bali Perbesar

BALI, Detik Kriminal —PT Pertamina Patra Niaga kini tengah diuji, kepatuhan terhadap instruksi Menteri ESDM terkait efisiensi, hingga kepekaan dan simpati terhadap kondisi justru dipertanyakan. Di saat rakyat Indonesia sedang bergelut dengan kesulitan ekonomi dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai daerah, anak perusahaan Pertamina yang mengurus distribusi energi ini justru kedapatan menggelar acara olahraga padel berskala besar dan mewah di Bali.

Kegiatan ini dinilai sangat ironis dan tidak peka terhadap rentetan krisis yang sedang mengepung sektor energi nasional. Saat ini, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran telah mengganggu rantai pasokan minyak global. Dampaknya, harga minyak dunia melonjak tajam hingga sempat menembus di atas 100 dolar AS per barel. Situasi ini langsung menghantam biaya impor minyak mentah dan membengkakkan beban subsidi energi yang harus ditanggung negara. Bagi masyarakat kecil, dampaknya terasa langsung pada panjangnya antrean di SPBU dan sulitnya mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.

Menyadari gentingnya situasi tersebut, Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah mengeluarkan perintah tegas. Masyarakat diminta untuk berhemat, sementara instansi pemerintah dan BUMN diinstruksikan melakukan langkah efisiensi nasional secara ketat. Hal ini mencakup pemangkasan anggaran non-esensial, pengurangan perjalanan dinas, hingga penerapan Work From Home (WFH) guna menekan mobilitas dan konsumsi BBM. Sejalan dengan itu, jajaran direksi Pertamina Holding pun tengah mengetatkan ikat pinggang demi menjaga stabilitas keuangan perusahaan akibat fluktuasi harga global.

Namun, segala instruksi penghematan dan anjuran WFH tersebut seolah menguap begitu saja di jajaran PT Pertamina Patra Niaga. Alih-alih berfokus pada inovasi distribusi dan empati terhadap rakyat yang kesulitan, perusahaan justru memberangkatkan puluhan Agen/mitra kerja BBM ke Bali untuk acara yang jauh dari urgensi pelayanan publik.

Acara padel tersebut diketahui berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.00 WITA di sebuah fasilitas olahraga eksklusif. Patra Niaga menyewa penuh (booking) seluruh lapangan secara khusus. Penyelenggaraan event ini merupakan bentuk nyata penghamburan anggaran dan pembangkangan tak langsung terhadap arahan efisiensi dari Pemerintah maupun Pertamina Holding.

Ketidakpekaan ini semakin terlihat dengan hadirnya jajaran pejabat strategis perusahaan dalam acara tersebut, termasuk dari divisi krusial seperti Industrial & Marine Fuel Business.

Padahal sektor migas nasional juga tengah diguncang Persoalan besar. Kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero) periode 2012–2014 yang terungkap pada awal 2026 saat ini masih berlangsung di persidangan. Pada saat yang sama, Kejaksaan Agung masih terus memburu Mohammad Riza Chalid dalam pengembangan perkara tersebut. Persoalan tersebut memperparah krisis kepercayaan publik terhadap tata kelola energi nasional.

Keterlibatan para pejabat level atas beserta puluhan karyawan lainnya dari Pertamina Patra Niaga mempertegas bahwa acara ini bukan sekadar inisiatif individu, melainkan agenda korporasi yang difasilitasi dan dibiarkan oleh sistem manajemen Perusahaan.

Di tengah beban keuangan negara yang membesar, ditambah lagi dengan upaya memulihkan kepercayaan publik pasca-terungkapnya kasus tata kelola masa lalu, langkah Pertamina Patra Niaga menggelar agenda wisata berbalut olahraga di Bali adalah sebuah kesalahan prioritas yang fatal.

Publik kini melihat sebuah ironi yang menyayat hati: ketika rakyat harus mengantre berjam-jam demi seliter BBM dan negara sedang putar otak menekan defisit anggaran, para petinggi dan karyawan entitas utama penyalur energi nasional justru sedang bersenang-senang mengayunkan raket padel di pulau dewata. Sebagai subholding strategis distribusi energi nasional, PT Pertamina Patra Niaga seharusnya menempatkan empati, stabilisasi pasokan, dan efisiensi anggaran sebagai prioritas mutlak, bukan justru memamerkan ketidakpekaan di tengah krisis.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Visum dan Saksi Sudah Lengkap, Pelaku Penganiayaan di Asahan Belum Ditahan: Ada Apa dengan Polres?

12 April 2026 - 17:46 WIB

KPH V MINTA CEK KOORDINAT, Dugaan Sawit 104 Hektare di Kawasan Hutan Masih Menunggu Pembuktian

11 April 2026 - 15:55 WIB

Kasus Dana Umat Rp28 Miliar Menguap, BNI Disorot Soal Sistem Pengawasan

10 April 2026 - 16:28 WIB

Anggota DPD RI Bali Dilaporkan soal Hoaks MBG, Unggahan Media Sosial Dipersoalkan

9 April 2026 - 16:13 WIB

PT PAL Belum Beri Klarifikasi, Plang Penguasaan Negara di Panai Tengah Disorot Publik

7 April 2026 - 01:24 WIB

Trending di Berita Kasus