Labuhan Batu, Detik Kriminal.id – Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bersama Komisi IX DPR RI Sihar PH Sitorus digelar Jumat (24/4/2026) di Aula Rantau Prapat Convention Center, Jalan Ika Bina, Kampung Baru. Acara ini menghadirkan Kepala Balai Besar POM Sumatera Utara, Mojaza Sirait, http://S.Si., Apt., M.M. sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini dihadiri Asisten I Setdakab Labuhanbatu, perwakilan Kodim 0209/Labuhanbatu, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari berbagai elemen. Mengusung tema “Wujudkan Masyarakat Sadar Memilih Obat dan Makanan yang Aman dan Bermutu”, sosialisasi ini jadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi kesehatan publik.

Sihar PH Sitorus, anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, menyapa langsung warga Labuhanbatu dan menyerap aspirasi mereka. Sebagai mitra BPOM di DPR RI, Sihar menegaskan pentingnya edukasi publik soal bahaya bahan berbahaya seperti boraks dan formalin yang masih marak ditemukan di produk konsumsi.
“Apa sih pentingnya acara ini? Siapa tau apa itu BPOM?” tanya Sihar membuka dialog. Ia lalu menjelaskan bahwa BPOM bertugas melindungi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing industri melalui percepatan registrasi obat, pengawasan obat tradisional, dan kosmetik.
Dalam paparannya, Mojaza Sirait menekankan bahwa pengawasan BPOM memang krusial, namun benteng utama tetap ada pada kesadaran diri sendiri. “BPOM melakukan pengawasan untuk melindungi kesehatan masyarakat, namun diri sendirilah yang paling efektif melindungi kesehatan dirinya,” tegas Mojaza di hadapan peserta.
Mojaza memaparkan panjang lebar cara mengenali obat, makanan, dan kosmetik yang aman dan bermutu. Ia mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap produk tanpa izin edar, kemasan rusak, label tidak jelas, atau sudah kedaluwarsa.
Menutup sesi, Mojaza mengajak seluruh audien mempraktikkan gerakan “Cek KLIK” sebelum membeli ” Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kadaluarsa. Gerakan sederhana ini diyakini mampu mencegah masyarakat dari risiko produk berbahaya.
Sosialisasi ini diharapkan tidak berhenti di ruang aula, tetapi menular ke rumah-rumah warga Labuhanbatu. Dengan masyarakat yang cerdas memilih, maka kesehatan keluarga dan daya saing produk lokal akan ikut terangkat.
Reporter
( Eka Hombing )













