Solok, Sumatera Barat, Detik kriminal | Senin, 2 Februari 2026 — Pondok Pesantren Royatul Islam (ROIS) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter santri yang berjiwa sosial melalui pelaksanaan Program Khidmat Santri, yang digelar selama enam hari, terhitung sejak 2 hingga 7 Februari 2026.
Dalam program ini, para santri kelas XI Madrasah Aliyah (MA) Royatul Islam diterjunkan langsung ke tengah masyarakat untuk melaksanakan pengabdian sosial dan keagamaan. Kegiatan khidmat santri tersebut dipusatkan di Jorong Parak Tabu dan Jorong Lipek Pagek, Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.

Selama pelaksanaan program, para santri mengisi berbagai kegiatan bermanfaat, di antaranya membantu kebersihan lingkungan, mengajar Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), membimbing tahfiz Al-Qur’an, serta kegiatan keagamaan dan sosial lainnya yang bertujuan menghidupkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Royatul Islam, H. Jasril Waldi, secara langsung mengantarkan para santri ke lokasi pengabdian. Ia didampingi para ustadz dan ustadzah beserta rombongan, sebagai bentuk dukungan dan tanggung jawab lembaga terhadap pembinaan santri di lapangan.
“Melalui program khidmat ini, kami berharap para santri dapat mengambil ibrah dan pelajaran berharga bahwa tujuan akhir perjuangan seorang santri adalah meraih ridho Allah SWT dengan cara mengamalkan dan memberikan ilmu yang dimiliki agar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar H. Jasril Waldi.
Program Khidmat Santri ROIS ini menjadi bagian penting dari pendidikan karakter, sekaligus sarana pembelajaran nyata bagi santri agar mampu berperan aktif, berempati, dan berkontribusi positif di tengah kehidupan sosial masyarakat.
(Jasman)













