Labuhanbatu.Detik Kriminal. id— Hasil yang belum maksimal memang masih menyertai langkah Poslab Labuhanbatu dalam ajang Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara musim 2025/2026. Namun di balik catatan tersebut, semangat juang tim tetap menjadi sorotan utama yang terus dijaga hingga pertandingan terakhir.
Dalam lima laga yang telah dijalani, Poslab harus menghadapi lawan-lawan dengan pengalaman dan kesiapan yang lebih matang. Kekalahan dari Kwarta dengan skor 0-4 menjadi awal yang cukup berat bagi tim. Tekanan yang diberikan lawan membuat permainan belum berkembang secara optimal.
Pada laga berikutnya melawan Harjuna Putra, Poslab kembali harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2. Meski demikian, organisasi permainan mulai menunjukkan perbaikan, terutama dalam menjaga lini pertahanan.
Saat menghadapi Binjai City, Poslab mampu mencetak satu gol meski harus menerima kekalahan 1-4. Upaya menyerang mulai terlihat lebih berani dan terstruktur, menunjukkan adanya perkembangan dalam pola permainan.
Performa lebih menjanjikan ditampilkan ketika Poslab menahan imbang Brimo Langkat dengan skor 3-3. Dalam pertandingan tersebut, kerja sama tim terlihat semakin solid. Hasil imbang juga kembali diraih saat menghadapi Gunung Sitoli Khodam FC dengan skor 1-1.
Di balik perjalanan tersebut, duet pelatih Sonny Heriadi Siregar dan Dedy Suandy Aritonang terus hadir memberikan pendampingan penuh kepada para pemain. Keduanya aktif membina, mengevaluasi, dan menjaga mental tim agar tetap fokus menjalani proses.
Menariknya, kedua pelatih secara tegas menolak menjadikan keterbatasan sebagai alasan atas hasil yang diraih tim.
“Kami tidak ingin mencari alasan. Persiapan tim memang sangat minim, dan sebagian besar pemain adalah materi junior musim lalu, tetapi itu bukan pembenaran atas hasil yang ada,” tegas Sonny Heriadi Siregar.
Menurutnya, kondisi tersebut justru harus menjadi motivasi untuk terus berkembang dan membangun karakter pemain.
“Kami ingin anak-anak belajar bertanggung jawab di lapangan. Mereka harus tumbuh dengan mental kuat, karena kompetisi seperti ini adalah bagian dari proses pembentukan,” lanjutnya.
Senada dengan itu, Dedy Suandy Aritonang menegaskan bahwa tim tetap menunjukkan perkembangan yang tidak bisa diabaikan.
“Kami melihat progres yang jelas. Walaupun hasil belum sesuai harapan, permainan anak-anak terus berkembang. Mereka berani, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tim akan terus didampingi secara maksimal agar mampu tampil lebih baik ke depan.
“Kami akan terus bersama tim ini. Tidak ada kata berhenti untuk membina dan memperbaiki. Justru dari keterbatasan ini, kami ingin membangun kekuatan baru,” tambah Dedy.
Pendekatan yang diterapkan oleh tim pelatih tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mental dan karakter pemain. Hal ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun tim yang kompetitif di masa depan.
Evaluasi terus dilakukan setelah setiap pertandingan. Beberapa aspek seperti penyelesaian akhir, konsistensi permainan, dan koordinasi antar lini menjadi perhatian utama untuk diperbaiki.
Dukungan dari masyarakat Labuhanbatu juga tetap mengalir dan menjadi motivasi tambahan bagi tim. Semangat yang ditunjukkan para pemain menjadi bukti bahwa Poslab tidak hanya sekadar bertanding, tetapi juga sedang membangun masa depan sepak bola daerah.
Meski hasil belum berpihak, perjalanan Poslab Labuhanbatu di Liga 4 musim ini memberikan banyak pelajaran berharga. Proses yang dijalani diyakini akan membentuk tim yang lebih kuat, matang, dan siap bersaing di kompetisi berikutnya.
Dengan komitmen duet pelatih serta semangat pantang menyerah dari para pemain muda, Poslab Labuhanbatu tetap memiliki harapan besar untuk bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya di masa mendatang.M.SUKMA














