Menu

Mode Gelap
 

Berita Pendidikan

Dari Kandang hingga Meja Makan, Siswa SMPN 51 Jakarta Belajar Rantai Pangan di Dharma Jaya

badge-check


					Dari Kandang hingga Meja Makan, Siswa SMPN 51 Jakarta Belajar Rantai Pangan di Dharma Jaya Perbesar

Jakarta, 11 Juni 2026 – Bagaimana daging yang dikonsumsi masyarakat dapat sampai ke meja makan dalam kondisi aman, sehat, dan berkualitas? Pertanyaan tersebut terjawab dalam kunjungan edukatif yang diikuti 30 siswa SMPN 51 Jakarta ke fasilitas Perumda Dharma Jaya di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (11/6).

Melalui program pembelajaran lapangan ini, para siswa diajak menelusuri perjalanan produk pangan protein hewani mulai dari kandang ternak hingga menjadi produk yang siap dipasarkan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan pentingnya ketahanan pangan sekaligus membuka wawasan siswa terhadap dunia industri pangan modern.

Perwakilan Divisi Perencanaan Korporasi dan Transformasi Perumda Dharma Jaya, Wilona, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai pangan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda memahami proses yang berada di balik kebutuhan pokok yang mereka konsumsi setiap hari.

“Anak-anak perlu mengetahui bahwa pangan yang mereka konsumsi melewati proses yang panjang dan terstandar. Melalui kunjungan ini, mereka dapat melihat langsung bagaimana kualitas dan keamanan produk dijaga dalam setiap tahapan produksi,” ujarnya.

Selama kunjungan, siswa mendapatkan pemaparan mengenai peran Perumda Dharma Jaya sebagai BUMD yang bergerak di bidang perdagangan dan pengelolaan protein hewani. Mereka juga diajak mengunjungi sejumlah fasilitas operasional, mulai dari kandang sapi, area produksi, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), hingga Meat Shop.

Kegiatan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana sistem rantai pasok pangan bekerja secara terintegrasi untuk memastikan ketersediaan produk protein hewani bagi masyarakat.

Kepala SMPN 51 Jakarta, Erni Setianingrum, M.Pd, mengatakan bahwa pembelajaran langsung di lapangan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di ruang kelas.

“Ketika siswa melihat sendiri prosesnya, pemahaman mereka menjadi lebih kuat. Mereka dapat memahami bahwa ketahanan pangan melibatkan banyak aspek, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi yang bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Erni, kunjungan tersebut juga mendukung berbagai program sekolah yang berfokus pada lingkungan dan ketahanan pangan melalui Program Adiwiyata yang selama ini aktif dijalankan.

Sementara itu Kepala divisi corsec dan legal    Perumda Dharma Jaya, Sri Wahyuningsih, SE, menegaskan bahwa edukasi kepada pelajar merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai sektor pangan.

“Kami ingin memperlihatkan kepada siswa bahwa menjaga kualitas pangan membutuhkan komitmen, teknologi, dan pengawasan yang berkelanjutan. Harapannya, mereka dapat menjadi generasi yang lebih peduli terhadap isu pangan dan kesehatan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai proses pemeliharaan ternak, standar kualitas produk, hingga sistem penyimpanan yang digunakan untuk menjaga kesegaran produk.

Perwakilan siswa SMPN 51 Jakarta, Dinda Kayla Alifa, mengaku terkesan dengan proses pengelolaan yang diterapkan Dharma Jaya.

“Saya baru mengetahui bahwa setiap tahapan memiliki standar yang ketat. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa kualitas pangan harus dijaga sejak awal proses,” katanya.

Hal serupa disampaikan Casa Aprilo Sialoho yang menilai kunjungan tersebut memberikan pengalaman yang tidak didapatkan melalui pembelajaran biasa.

“Kami bisa melihat langsung bagaimana prosesnya berlangsung. Ini membuat kami lebih memahami pentingnya kualitas dan keamanan pangan,” ujarnya.

Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), Ir. Agung Karang, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi inisiatif Dharma Jaya dalam menghadirkan edukasi berbasis pengalaman bagi pelajar.

Menurutnya, kunjungan industri dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk memperkenalkan sektor strategis kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan adalah isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Ketika siswa memahami prosesnya sejak dini, mereka akan memiliki kesadaran yang lebih baik tentang pentingnya menjaga keberlanjutan pangan di masa depan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai industri protein hewani, tetapi juga memahami bahwa ketahanan pangan merupakan hasil dari kerja sama berbagai pihak yang didukung oleh sistem yang terencana, teknologi yang memadai, dan komitmen untuk menghadirkan pangan berkualitas bagi masyarakat.

Kegiatan TOUR EDUKASI GPIB ini adalah diperakarsai oleh Gerakan Pendidikan Indonesia Baru GPIB dimana hadir Ketum GPIB Ir. Agung Karang
Ketua GPIB PEDULI Miftahur Rahman M.Pd, M.Si.
Ketua Departemen Hubungan antar Lembaga
Dicky Arisandi S.I.Kom
Ketua Departemen Sosial Purwadi.
Hadir pula Humas DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA S Erfan Nurali & Titik Suparti.

Diakhir kunjungan diadakan lomba Konten Creator di INSTAGRAM tentang apa dan bagaimana kiprah PERUMDA DHARMA JAYA. akan terpilih 3 pemenang
Juara 1, juara 2 dan juara 3
Akan mendapat hadiah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bank Sampah Go Green 01 Resmi Beroperasi, SDN 01 Pulogebang

17 Juni 2026 - 07:14 WIB

Dani Hendro Pradiatmoko Terima Penghargaan dari Ketua Umum GPIB atas Dedikasi Membantu Orang Tua dalam SPMB 2026

15 Juni 2026 - 11:42 WIB

Haru dan Kebanggaan Warnai Kelulusan SMPN 192 Jakarta, Tiga Siswa Cetak Nilai 100

4 Juni 2026 - 10:50 WIB

Ketua Umum GPIB: Orang Tua Harus Hadir Secara Emosional bagi Anak

14 Mei 2026 - 14:17 WIB

Paduan Suara Eldiro Harumkan Nama Pangsoed Galaxi di Ajang Nasional UI

10 Mei 2026 - 08:55 WIB

Trending di Berita Pendidikan