Menu

Mode Gelap
 

Organisasi

GM-PON Tanggapi Penolakan Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias oleh PP-HCMNI Sumut

badge-check


					GM-PON Tanggapi Penolakan Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias oleh PP-HCMNI Sumut Perbesar

Medan, Detik kriminal – Ketua Gerakan Muda Peduli Ono Niha (GM-PON), Silsilah Halawa, menanggapi pernyataan terbuka dari PP-HCMNI Sumut yang menyatakan penolakan terhadap wacana pemekaran Provinsi Kepulauan Nias. Dalam pernyataannya, PP-HCMNI Sumut menilai bahwa wilayah Nias belum siap dari segi sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), serta menyinggung dugaan budaya penyelenggaraan pemerintahan yang rawan korupsi.

Silsilah Halawa menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat Ono Niha yang saat ini tengah memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kepulauan Nias.

“Tidak masuk akal jika dikatakan kita belum siap dari sisi SDM. Ketua PP-HCMNI sendiri adalah seorang Associate Profesor, yang tentu memiliki kapasitas dan kualitas SDM yang mumpuni. Jangan sampai kita mengkritisi diri sendiri secara berlebihan hingga melemahkan semangat perjuangan,” ujar Silsilah Halawa kepada awak media.

Menurutnya, argumentasi yang menyebut Nias belum siap justru dapat melemahkan semangat kolektif masyarakat dalam memperjuangkan pemekaran daerah. Ia menduga pernyataan tersebut dapat memicu polemik dan memperlambat proses perjuangan yang telah lama digaungkan berbagai elemen masyarakat.

GM-PON menegaskan bahwa perjuangan pemekaran Provinsi Kepulauan Nias merupakan aspirasi bersama masyarakat sebagai upaya percepatan pembangunan dan pengentasan ketertinggalan. Pembentukan provinsi baru dinilai menjadi salah satu strategi untuk mendorong pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan kemandirian daerah.

“Kami meminta kepada seluruh masyarakat Ono Niha agar tetap menjaga komitmen, kerukunan, serta semangat juang. Jangan mudah terprovokasi oleh pernyataan yang dapat memecah belah. Perjuangan ini adalah mimpi kita bersama agar Kepulauan Nias bisa lebih maju dan terlepas dari ketertinggalan,” tambahnya.

GM-PON juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan tokoh daerah untuk menyikapi perbedaan pandangan secara bijak dan konstruktif, dengan tetap mengedepankan persatuan serta dialog terbuka demi kepentingan bersama.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, PMKRI Pematangsiantar Kupas Dampaknya bagi Rakyat Kecil

22 Juni 2026 - 14:26 WIB

Ketua PWI Labuhanbatu Apresiasi Komandan Yonif TP 956/SBA Support Olahraga di Labuhanbatu

21 Juni 2026 - 10:43 WIB

Dukung Kejagung, HMI Labuhanbatu Raya Desak Usut Tuntas “Jual Beli Titik” di Daerah

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

Perkuat Sinergitas dan Kemitraan, DPC PJS Labuhanbatu Audensi Ke Lapas Rantau Prapat

19 Juni 2026 - 11:56 WIB

PMKRI Cabang Medan bersama GMNI Medan Gelar Aksi “Selamatkan Indonesia”, Soroti Krisis Ekonomi, Korupsi MBG, Militerisme, dan Mandeknya Keberpihakan Negara.

18 Juni 2026 - 12:06 WIB

Trending di Organisasi