Solok, Sumatera Barat, Detik kriminal — Minggu, 26 April 2026.Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sarana ibadah kembali ditunjukkan oleh masyarakat Dusun Ondoh, Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok. Warga setempat melaksanakan kegiatan gotong royong (goro) dengan mengumpulkan batu di Batang Air Ondoh sebagai bagian dari persiapan renovasi Masjid Nurul Huda yang telah berusia lebih dari 50 tahun.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ustadz Jufrizal, A.Md selaku Anggota Dewan Pembina Masjid Nurul Huda yang juga menjabat Sekretaris Nagari Paninggahan, Ustadz Subirman (Dewan Penasehat Masjid), Ketua Pengurus Masjid Nurul Huda Firdaus Rangkayo Balai, Ketua II David Antariksa Dalga yang juga Kepala Dusun Ondoh, Ketua Panitia Pembangunan Hardison Dalga, serta tokoh adat, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, dan warga sekitar.

Berdasarkan keterangan panitia pembangunan, kondisi fisik Masjid Nurul Huda saat ini dinilai sudah tidak layak untuk dipertahankan. Selain faktor usia bangunan yang telah melampaui setengah abad, ditemukan pula sejumlah kerusakan seperti dinding yang retak, plafon yang terkelupas hingga memperlihatkan rangka besi, serta pergeseran arah kiblat yang diperkirakan melenceng sekitar 30 derajat dari posisi seharusnya.
“Perubahan arah kiblat ini menjadi perhatian serius, karena posisi saf salat sudah tidak lagi sejajar dengan arah yang semestinya. Ini menjadi salah satu alasan utama perlunya renovasi total,” ungkap pihak panitia.
Renovasi Masjid Nurul Huda direncanakan akan dimulai setelah Hari Raya Idul Adha mendatang, yang akan diawali dengan launching resmi oleh pengurus dan panitia pembangunan.
Dalam rencana pengembangannya, terdapat tujuh ikon pembangunan yang akan diwujudkan. Tahap awal difokuskan pada renovasi total bangunan utama masjid. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan pembangunan gapura pintu gerbang di pinggir jalan, perluasan halaman masjid, pembangunan rumah garin (penjaga masjid), tempat wudhu, hingga menara masjid.
Menariknya, Masjid Nurul Huda memiliki lokasi strategis yang berada di kawasan pinggiran Danau Singkarak dengan panorama langsung menghadap ke danau. Oleh karena itu, konsep pembangunan yang akan diterapkan adalah konsep waterfront, yang mengoptimalkan keindahan pemandangan danau sebagai bagian dari tata ruang halaman dan area parkir masjid.
Dengan konsep tersebut, pengurus berharap ke depan Masjid Nurul Huda tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga berkembang menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kabupaten Solok.
Panitia dan pengurus masjid pun mengajak para donatur, perantau, serta masyarakat luas, baik yang berada di kampung maupun di perantauan, untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan ini.
“Kami mengharapkan dukungan dan bantuan dari seluruh pihak, agar cita-cita membangun kembali Masjid Nurul Huda dapat terwujud. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua,” tutup panitia.
(Jasman)













