Rantauprapat, Labuhanbatu, Detikkriminal.id – Jumat, 22 Mei 2026. Pemadaman listrik berkepanjangan yang terjadi di wilayah Labuhanbatu, Sumatera Utara, menuai keluhan dan keresahan dari masyarakat. Kondisi listrik yang sebagian hidup dan sebagian mati membuat aktivitas warga terganggu dan menimbulkan berbagai dampak di sektor kehidupan masyarakat.
Akibat padamnya listrik, sejumlah usaha kecil seperti kuliner, bengkel, laundry, hingga penyedia air bersih mengalami lumpuh aktivitas. Selain itu, sarana pendidikan yang telah menggunakan sistem digital juga ikut terdampak karena tidak dapat beroperasi secara maksimal.

Kondisi yang paling memprihatinkan terjadi pada pelayanan kesehatan, khususnya di puskesmas pembantu (Pustu) yang hanya mengandalkan mesin genset untuk melayani pasien. Warga menilai situasi tersebut sangat mengganggu kebutuhan dasar masyarakat.
Salah seorang warga bernama Dedi yang diwawancarai media ini di kawasan Jalan Gajah Mada, Rantauprapat, mengaku kecewa terhadap pihak PLN karena hingga terjadinya pemadaman tidak ada informasi maupun pemberitahuan resmi kepada masyarakat.
“Listrik padam sudah cukup lama, tapi tidak ada penjelasan resmi. Kami jadi kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) memberikan bantuan dua unit mobil tangki air bersih kepada warga terdampak pemadaman listrik.
Bantuan air tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan pemerintah daerah, khususnya bagi warga Aek Paing yang mengalami kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari maupun beribadah akibat matinya aliran listrik.
Saat dikonfirmasi pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar pukul 12.22 WIB, salah seorang pegawai PLN berinisial HR mengatakan bahwa sebagian wilayah sudah kembali dialiri listrik, khususnya area R2. Namun, ia mengakui masih ada beberapa lokasi yang belum pulih.
“Sebagian sudah hidup untuk areal R2, tapi beberapa tempat masih belum. Saat ini saya masih monitor di lapangan,” ujar HR.
Ketika disinggung terkait target pemulihan listrik secara menyeluruh, HR menyebut kemungkinan listrik akan kembali normal sekitar pukul 14.00 WIB.
Masyarakat berharap pihak PLN wilayah Rantauprapat segera memberikan penjelasan resmi terkait penyebab padamnya listrik yang terjadi secara luas tersebut, sekaligus memastikan penanganan cepat agar kondisi kembali normal dan aktivitas warga dapat berjalan seperti biasa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara, belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab terjadinya pemadaman listrik tersebut.
Laporan:
(D. Sipahutar)













