banner 728x250

Penuh Dukungan Club, Askab/Askot Arya Sinulingga Terpilih Aklamasi Pimpin PSSI Sumut, Bidik Lahirnya Pemain Timnas 

banner 120x600
banner 468x60

Medan.Detik kriminal – Penuh dukungan dari Club,Askab/Askot Arya Sinulingga resmi terpilih sebagai Ketua PSSI Sumatera Utara periode 2026–2030. Terpilih secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (12/10/2026), Arya langsung menyiapkan sejumlah agenda pembinaan sepak bola, mulai dari level akar rumput hingga pengembangan wasit.

Arya menjadi satu-satunya kandidat yang melanjutkan proses pemilihan hingga akhir kongres. Dua kandidat lainnya, Julius Raja dan Benny Tomasoa, tidak meneruskan pencalonan setelah sebelumnya dinyatakan lolos verifikasi berkas.

banner 325x300

Ketua Komite Kongres Pemilihan Ketua PSSI Sumut, Indra Feriadi, menjelaskan panitia telah kembali meminta konfirmasi kesediaan seluruh kandidat untuk mengikuti proses pemilihan. “Sesuai dengan statuta yang ada jika calon ketua hanya satu maka secara aklamasi dan disetujui oleh forum maka Pak Arya terpilih menjadi Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030,” kata Indra. KLB tersebut dihadiri 33 Asosiasi Kabupaten/Kota (Askab/Askot) dan 15 klub di bawah naungan PSSI Sumut.

Terpilihnya Arya menandai dimulainya tanggung jawab baru setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Sumut. Ia menilai pekerjaan ke depan akan semakin berat karena program pembinaan harus disusun lebih terarah dan menjangkau seluruh daerah di Sumatera Utara. “Ini kerja berat karena harus lebih detail lagi…apalagi tugas dari PSSI Propinsi melakukan pembinaan dari grassroot sampai usia muda.

Tapi akan menjadi pondasi membangun timnas masa depan dari daerah-daerah”. Bidik Liga Grassroot dan Kompetisi Usia Muda Salah satu target utama Arya adalah mendorong seluruh PSSI kabupaten dan kota di Sumatera Utara menggelar kompetisi secara rutin, khususnya untuk kelompok usia dini dan usia muda.

Ia ingin Sumatera Utara menjadi daerah yang mampu melahirkan calon pemain Timnas Indonesia melalui sistem pembinaan berjenjang.

Menurutnya, pencarian bakat tidak bisa hanya dilakukan ketika pemain sudah memasuki usia senior. “Kalau saya jelas, saya mau Sumut itu melahirkan cikal bakal pemain timnas. Dari mana? Dari usia 8–12 tahun, hanya dengan begitulah kita bisa melahirkan pemain Timnas, gak bisa ujuk-ujuk di ujung, harus dari bawah, sehingga nanti setiap minggu sudah main bola terus di seluruh Sumut,” katanya.

Arya juga menegaskan target kompetisi yang ingin diwujudkan selama masa kepemimpinannya.

“Target membuat semua PSSI Kab/Kota melaksanakan Liga Grassroot dan Liga Usia Muda” Menurut Arya, kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan akan membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Selain itu, kegiatan tersebut dapat membantu proses pemantauan dan pengembangan pemain potensial dari berbagai wilayah.  Ia menilai pembinaan harus berjalan merata di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Dengan demikian, potensi pemain tidak hanya terpusat di daerah tertentu, tetapi juga bisa ditemukan dari wilayah yang selama ini belum banyak mendapat sorotan.

Selain membangun fondasi pemain muda, Arya memasukkan pengembangan wasit sebagai bagian dari agenda kepemimpinannya. Ia berharap Sumatera Utara mampu melahirkan perangkat pertandingan berkualitas yang dapat berkiprah hingga level internasional.

Arya menilai target tersebut membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah agar program pengembangan sepak bola bisa berjalan lebih luas dan berkelanjutan. “Kemudian melahirkan wasit sampai ke level FIFA.

Tapi ini semua tanpa dukungan pemerintah ini semua tidak mungkin. Jadi kita harap pemerintah daerah juga bisa dukung kita, karena ini hal yang baik juga untuk daerah,” ujarnya. Bagi Arya, pembinaan pemain dan peningkatan kualitas wasit merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem sepak bola di Sumatera Utara.

Karena itu, ia ingin program organisasi tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi untuk masa depan. Siapkan Kepengurusan Profesional Setelah terpilih, Arya juga akan segera menyusun kepengurusan PSSI Sumut periode 2026–2030. Ia ingin organisasi dikelola secara profesional agar mampu mengikuti perkembangan sepak bola yang semakin mengarah pada industri.

Meski demikian, Arya belum memastikan apakah Julius Raja dan Benny Tomasoa akan dilibatkan dalam kepengurusan baru. “Dalam waktu dekat, kita susun dengan profesional karena sepak bola juga ke depan akan menjadi industri jadi visi misi kita juga harus profesional. Kalau untuk itu (melibatkan kandidat lain) saya belum melihat seperti apa kondisinya, belum kalau itu,” katanya.

Arya turut mengapresiasi Julius Raja yang memilih mundur dari pencalonan. Ia menilai proses pemilihan berjalan dengan baik tanpa paksaan maupun tekanan terhadap para kandidat.

“Ya saya berterima kasih kepada Bang Julius, sudah menunjukkan sikap sportivitas, kita hargai dan semua baik, tidak ada paksaan dan tekanan. Jadi semua berjalan dengan baik dan damai,” tuturnya.  Dengan masa jabatan hingga 2030, Arya kini dihadapkan pada pekerjaan untuk menerjemahkan target tersebut menjadi program konkret. Pelaksanaan Liga Grassroot dan Liga Usia Muda di seluruh kabupaten/kota akan menjadi salah satu tolok ukur penting dalam upaya membangun pembinaan sepak bola Sumatera Utara

Jika berjalan konsisten, kompetisi usia dini diharapkan menjadi fondasi untuk menemukan dan mengembangkan pemain potensial yang kelak dapat memperkuat Timnas Indonesia PSSI Apresiasi Bobby Nasution, Sebut Sebagai Satu-satunya Gubernur yang Peduli Timnas Indonesia Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Sumardji menyebut Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebagai satu-satunya Gubernur yang peduli perkembangan Timnas Indonesia.M.SUKMA

Facebook Comments Box
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *