banner 728x250
Berita  

Pasang 10 Spanduk Peringatan, Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut Sindir Kapolrestabes Medan

banner 120x600
banner 468x60

MEDAN, Detik kriminal — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Demokrasi Indonesia Provinsi Sumatera Utara memasang 10 spanduk peringatan di sejumlah titik strategis di Kota Medan. Pemasangan spanduk tersebut menjadi bentuk kritik terbuka sekaligus kontrol sosial terhadap kinerja jajaran Polrestabes Medan.

Spanduk dipasang di sejumlah kawasan, di antaranya Jalan Sisingamangaraja (SM Raja), Jalan Juanda, kawasan Kejaksaan Medan, Lapangan Merdeka, sekitar Kantor Wali Kota Medan, kawasan Hotel Danau Toba, serta beberapa titik strategis lainnya.

banner 325x300

Melalui spanduk tersebut, DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut menyampaikan kritik dan tuntutan agar Kapolrestabes Medan melakukan evaluasi serta pembenahan terhadap kinerja kepolisian, khususnya dalam menghadapi persoalan narkoba, tindak kriminalitas, geng motor, dan berbagai persoalan keamanan yang masih menjadi perhatian masyarakat.

Ketua DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Paulus Peringatan Gulo, S.H., M.H., mengatakan pemasangan spanduk merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus pengingat agar institusi kepolisian tidak hanya mengedepankan publikasi, tetapi juga menghadirkan hasil kerja yang dapat dirasakan secara langsung.

“Jangan hanya sibuk membangun citra di media sosial, sementara masyarakat masih menunggu bukti nyata dari kinerja kepolisian. Ada sejumlah persoalan dan kasus yang menurut kami perlu mendapat perhatian serius. Rasa aman dan nyaman masyarakat harus menjadi prioritas,” tegas Paulus.

Ia menilai keberhasilan kepolisian semestinya tidak hanya diukur dari seberapa sering aparat tampil dalam pemberitaan maupun media sosial, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh kepastian hukum dan perlindungan.

“Sudahlah, jangan berlaga seperti pemain film yang adegannya sudah tayang di mana-mana. Masyarakat tidak membutuhkan pertunjukan, tetapi membutuhkan kepastian hukum, penanganan perkara yang transparan, pemberantasan narkoba yang serius, serta tindakan nyata terhadap pelaku kejahatan,” ujar Paulus.

Menurutnya, kritik tersebut bukan dimaksudkan untuk menyerang institusi kepolisian secara personal, melainkan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan bentuk kepedulian terhadap situasi keamanan di Kota Medan.

DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut juga meminta Kapolrestabes Medan mengevaluasi strategi penegakan hukum, meningkatkan respons terhadap laporan masyarakat, memperkuat pemberantasan narkoba dan kejahatan jalanan, serta memastikan setiap perkara ditangani secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum.

“Jangan Hanya Viral di Media Sosial, Hadirkan Rasa Aman yang Nyata!”

Paulus menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian harus dibangun melalui integritas, profesionalisme, transparansi, dan hasil kerja yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Jabatan adalah amanah, bukan panggung pencitraan. Ukuran keberhasilan seorang pejabat kepolisian bukan seberapa sering tampil di depan kamera, melainkan seberapa besar masyarakat merasakan keadilan, keamanan, dan kepastian hukum. Kami meminta Kapolrestabes Medan segera berbenah dan membuktikan tanggung jawabnya kepada masyarakat,” katanya.

Sudah Dikonfirmasi, Belum Ada Tanggapan

Terkait kritik dan pernyataan DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut tersebut, Pemimpin Redaksi DetikKriminal.id telah melakukan konfirmasi kepada pihak Polrestabes Medan melalui aplikasi WhatsApp untuk memperoleh tanggapan dan klarifikasi.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak Polrestabes Medan terkait pemasangan spanduk maupun berbagai kritik yang disampaikan DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut.

DetikKriminal.id tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak Polrestabes Medan maupun pihak-pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Melalui pemasangan 10 spanduk tersebut, DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut menyatakan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyuarakan aspirasi masyarakat.

Kritik tersebut diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi jajaran Polrestabes Medan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat penanganan perkara, serta memastikan penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

DPD PEMUDA DEMOKRASI INDONESIA SUMATERA UTARA
Berani Mengkritik, Konsisten Mengawal, Berpihak kepada Kepentingan Masyarakat.(Red)

Facebook Comments Box
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *