Labuhanbatu, Detikkriminal.id – Mengenal sosok figur Kabupaten Labuhanbatu Satu,H. Boster Sitio, yang Menjabat Ketua Koni dan Anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Periode 2024-2029 , Sosok ini seorang Pensiunan TNI -AD yang di Kenal loyal terhadap kemajuan olah raga.
Saat di temui di ruang kerjanya Kantor Koni Labuhanbatu, jalan bina raga Kelurahan Cendana Kecamatan Rantau Utara,Kamis, (20/8) .Awak media konfirmasi hal persiapan para atlit untuk keikutsertaan Cabang olahraga raga di Kejuaraan Pekan Olahraga Raga Provinsi Sumatera utara ( Porprovsu) Tahun 2026 yang akan di gelar pada bulan November.
Boster menyampaikan untuk Atlit yang mengikuti sudah persiapan sesuai cabang olahraga nya.
Hal di tanya mengenai target di Porprovsu tahun 2026 , Boster Berharap agar para atlit harus memiliki motivasi untuk meraih prestasi dan mendapat medali, mengenai target semoga kita lebih baik dari tahun 2022.
Karena semua atlit cabang olahraga yang mengikuti Porprovsu sudah mengikuti seleksi secara maksimal, InsyaAllah target kita lebih baik pada sebelumnya. Ucapnya.
Disisi lain, Capi Masyarakat Labuhanbatu sangat apresiasi terhadap H. Boster Sitio yang sangat peduli terhadap kemajuan olah raga.
Menurut Capi ini cocok untuk sosok figur Labuhanbatu satu, Karena kalau sosok figur Labuhanbatu satu peduli membangun olah raga, bisa membangun mental generasi muda meraih prestasi dan jauh dari kenakal remaja.
Capi juga mengatakan , Boster layak sosok Figur Labuhanbatu Satu ( 1) ,Karena sudah terbiasa dan siap dipastikan menyandang beban yang teramat berat
“Semua kepentingan masyarakat dan golongan harus terakomodasi dan semua pihak diupayakan terpuaskan dalam hal hak-hak dasar mereka seperti; bidang kesehatan, pendidikan, dan bidang kesejahteraan,” ujar Capi Masyarakat Labuhanbatu, Sabtu (22/8).
Singkat kata, menjadi pemimpin yang ideal dan disukai banyak orang amatlah susah. Karena sosok pemimpin atau Figur masa depan haruslah ‘Bermasyarakat’ dan enak berkomunikasi serta memiliki karakter yang ramah dengan sapa, senyum dan salam kepada seluruh masyarakat yang akan dia pimpin.
Capi menyebut, menjadi pemimpin itu tidaklah mudah, jangankan menjadi pemimpin kabupaten di pemerintahan, menjadi pemimpin keluarga yang memimpin segelintir orang saja kadang-kadang banyak krikil tajam yang dijumpai.
Dikatakan, seorang pemimpin harus banyak belajar dan banyak “resep” yang harus dikuasai agar dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dan sukses.
Capi menerangkan, pemimpin masa depan Kabupaten Labuhanbatu tentu akan berhasil dan disukai oleh banyak orang, ketika pemimpin itu ‘Bermasyarakat’ atau loyal dan murah hati dan sangat mudah berkomunikasi serta sudah selesai dengan dirinya.
Sosok Figur Labuhanbatu Satu mendatang tentu juga harus memiliki sejumlah kriteria. Adapun kriteria yang dimaksud itu seperti (1) memiliki visi, (2) memiliki passion, (3) belajar membuat keputusan besar, (4) mampu membangun tim, dan (5) memiliki karakter yang ramah dan tulus serta arif dan bijaksana serta tidak rakus dan tamak atas uang dan harta benda.
Seorang pemimpin Labuhanbatu masa depan harus memiliki visi atau pandangan jauh ke depan. Sekurang-kurangnya yang bersangkutan harus paham betul adanya tiga dimensi waktu yaitu masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
Apa yang diperkirakan akan dapat tercapai pada lima atau sepuluh tahun ke depan untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Labuhanbatu yang hendaknya dapat dirumuskan dan diantisipasi pada saat sekarang, yang tentu saja diilhami oleh segala peristiwa yang terjadi pada masa lalu.
Sekolah sebagai organisasi pendidikan formal, misalnya, diupayakan memiliki visi yang jelas guna mengajak semua warga sekolah untuk mencapai cita-cita tersebut.
“Contoh visi; “Berprestasi dalam akademik dan unggul di bidang karakter.” Jika pada masa kini prestasi siswa-siswa di Kabupaten Labuhanbatu masih tergolong rendah (dibawah standar kriteria minimal), diupayakan dengan sekuat tenaga agar lima tahun ke depan prestasi mereka dapat meningkat, minimal sama dengan prestasi yang diraih oleh sekolah-sekolah yang lain di Sumatera Utara,” terangnya”. (M.SUKMA)


















