Labuhan Batu Utara, Detik Kriminal.id -Aksi brutal kembali terjadi di kebun sawit Desa Sungai Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Labuhanbatu Utara. Sabtu 6/6/2026 sekitar pukul 12.30 WIB, seorang pekerja bernama Muhammad Ilham, 35, jadi korban pengeroyokan dan pembacokan saat mengecek lahan di Blok C milik Drs. Robert Aritonang.
Akibat serangan itu, Ilham menderita luka bacok di tangan kiri, memar di tangan kanan, dan luka di kepala bagian kiri. Serangan dilakukan tiba-tiba oleh sekelompok orang yang langsung melarikan diri setelah beraksi.

Korban mengenali beberapa pelaku. Dua di antaranya disebut berinisial TS alias Hercules dan HG. Keduanya disebut residivis yang pernah dipenjara 5 bulan karena kasus pengancaman dan penganiayaan. Nama lain yang disebut: MT, AN, serta dua orang bermarga Silalahi dan Sihombing.
Ini bukan kejadian pertama. Pada Sabtu 23/5/2026 pukul 15.30 WIB, kelompok yang sama diduga menganiaya pekerja lain bernama Nawawi di lokasi yang sama. Kasus itu sudah dilaporkan ke Polres Labuhanbatu dengan LP/B/752/V/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMUT.
Namun hingga kini para terlapor disebut masih bebas berkeliaran. Kondisi ini memicu dugaan “kebal hukum” dan membuat pekerja kebun resah karena ancaman kekerasan berulang.
Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Muhammad Jihad Fajar Balman, http://S.Tr.K., S.I.K., merespons saat dikonfirmasi. “Untuk LP/B/752/V/SPKT/ POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMUT sudah kita progres,” ujarnya. Ia meminta korban Ilham segera membuat laporan polisi baru untuk kejadian 6 Juni.
Pemilik kebun Drs. Robert Aritonang mengaku geram. “Berkali-kali pekerja kami dianiaya dan diancam. Setiap kejadian selalu kami laporkan ke Polres Labuhanbatu sebagai warga yang taat hukum,” tegasnya.
Robert juga sudah memohon perlindungan hukum ke Kapolres Labuhanbatu dan Kapolda Sumut. Ia merasa kelompok tertentu terus mengintimidasi pekerjanya agar tidak berani bekerja di lahan tersebut.
Kami minta tindakan tegas dan penegakan hukum nyata dari Polres Labuhanbatu dan Polda Sumut. Jangan sampai masyarakat menilai pelaku ini kebal hukum,” pungkas Robert. Ia berharap aparat segera menangkap pelaku residivis agar tidak ada lagi korban berjatuhan.
Kabiro Labuhan batu raya
Reporter
Eka Hombing









