Menu

Mode Gelap
Prof. Ferry: Pengungkapan Kasus Penyimpangan Energi oleh Kortas Tipidkor Polri Berkontribusi terhadap Kepercayaan Investor dan Penguatan Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Kaca Kantor BGN Pecah, Polisi: Dugaan Awal Faktor Cuaca Panas Komisi III DPR RI Apresiasi dan Dukung Kortas Tipikor Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Balap Liar, Dua Remaja Diamankan di Bekasi Kapolres Jauhari Ingatkan Bhabinkamtibmas: Terus Perkuat Sinergitas Terhadap Masyarakat DPP GPM Dukung Polri Tuntaskan Tiga Kasus Korupsi, Tegaskan Penegakan Hukum Harus Bebas Intervensi

Berita Kasus

Prof. Ferry: Pengungkapan Kasus Penyimpangan Energi oleh Kortas Tipidkor Polri Berkontribusi terhadap Kepercayaan Investor dan Penguatan Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

badge-check

Prof. Ferry: Pengungkapan Kasus Penyimpangan Energi oleh Kortas Tipidkor Polri Berkontribusi terhadap Kepercayaan Investor dan Penguatan Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Perbesar

Jakarta, Detik kriminal – Dugaan Kasus penyimpangan dalam rantai pasok energi nasional menimbulkan keprihatinan serius, bukan hanya soal nilai kerugian negara, tetapi juga soal kepercayaan publik dan stabilitas makroekonomi. Penyelidikan awal mengungkap indikasi kelemahan dalam pengadaan, distribusi, dan pengawasan yang jika dibiarkan berpotensi memicu krisis kepercayaan investor. Di tengah kenaikan inflasi pangan dan melonjaknya yield obligasi global, sentimen negatif semacam ini berisiko mempercepat arus keluar modal dan tekanan pada nilai tukar rupiah.

Lebih jauh, gangguan pasokan energi memengaruhi daya saing industri, mengurangi kepercayaan investor asing, dan mengancam penciptaan lapangan kerja yang seharusnya muncul dari investasi produktif. Jika kasus ini melibatkan kelemahan sistemik dalam pengadaan batubara atau pasokan listrik, efeknya akan meluas dari kenaikan biaya produksi hingga gangguan operasi pabrik-pabrik padat energi. Dalam jangka menengah, hal ini bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memperbesar risiko tekanan pada nilai tukar.

Menghadapi potensi dampak sistemik tersebut, upaya penegakan hukum yang cepat, transparan, dan menyeluruh menjadi kunci untuk meredam sentimen negatif. Penanganan yang tuntas akan mengembalikan kepercayaan publik dan investor, menahan laju capital flight, serta membantu stabilisasi rupiah. Selain penegakan hukum, diperlukan audit menyeluruh untuk mengungkap akar persoalan, apakah terdapat ketidaksesuaian antara kebutuhan dan realisasi pasokan, celah pengawasan, atau praktik yang menguntungkan pihak tertentu.

Prof Ferry menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menembus seluruh rantai peristiwa, termasuk pihak-pihak yang memperoleh keuntungan dari kelemahan tata kelola ini. Beliau juga menegaskan bahwa hanya kombinasi penegakan hukum yang tegas, audit yang menyeluruh terhadap PLN dan rantai pasok energi, serta keterbukaan informasi yang konsisten dapat memulihkan kepercayaan pasar, menjaga stabilitas rupiah, dan melindungi perekonomian nasional dari risiko sistemik yang lebih besar.

Menurutnya, pemberantasan korupsi harus dilakukan secara profesional oleh Kortas Tipikor Polri agar memeriksa seluruh pihak yang diduga mengetahui, terlibat, atau memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut, termasuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) apabila dalam penyidikan ditemukan petunjuk yang mengarah kesana.

Di akhir pernyataannya, Prof. Ferry menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan dalam tata kelola sektor energi. Menurutnya, keberanian Kortas Tipidkor Polri dalam mengungkap dugaan penyimpangan di sektor energi merupakan langkah yang patut diapresiasi dan didukung, karena penegakan hukum yang tegas menjadi kunci untuk memperbaiki tata kelola energi secara menyeluruh, memulihkan kepercayaan publik dan investor, serta mencegah terulangnya kerugian negara di masa mendatang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

NARKOBA MASIH MENGGEROGOTI NIAS: DUGAAN PENYIMPANGAN PENEGAKAN HUKUM HARUS DIUSUT, JANGAN ADA YANG KEBAL HUKUM

9 Juli 2026 - 05:57 WIB

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Proyek PTI APBD 2024 Tebing Tinggi, Tim Kuasa Hukum: Penetapan Tersangka Harus Berdasarkan Alat Bukti yang Sah, Bukan Asumsi

8 Juli 2026 - 12:38 WIB

Re-LUN Ungkap Korupsi Sebesar US$50 Juta Dibalik Proyek AMI PLN, Diduga Mengalir ke Darmawan Prasodjo Cs

8 Juli 2026 - 07:53 WIB

Diduga Gelapkan Alsintan dan Dana PUAP untuk Bisnis Pribadi, Ketua Poktan ‘Sehati’ Sei Raja Dilaporkan Resahkan Warga

8 Juli 2026 - 06:49 WIB

NURDIN BASIRUN BELUM JERA! BEBAS DARI PENJARA KEMBALI JADI MAFIA TANAH, KERJA SAMA OKNUM KRIMINALKAN WARGA DEMI 112 HEKTAR LAHAN

8 Juli 2026 - 06:34 WIB

Trending di Berita Kasus