banner 728x250

Calon prajurit TNI meninggal diduga tak wajar di Rindam I/Bukit Barisan, Paulus PG: Jangan tutupi kebenaran, usut tuntas dan pertanggungjawabkan

banner 120x600
banner 468x60

Medan – Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Genial Gavensi Gulo, pemuda asal Kecamatan Moroo, Kabupaten Nias Barat, yang meninggal dunia setelah baru empat hari menjalani pendidikan sebagai siswa calon prajurit TNI di Rindam I/Bukit Barisan.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, pihak Rindam I/Bukit Barisan menyampaikan bahwa almarhum diduga meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri. Namun, setelah jenazah tiba di rumah duka, keluarga dan masyarakat mengaku menemukan sejumlah kondisi fisik yang dinilai janggal. Foto dan video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan dugaan memar serta perubahan warna pada beberapa bagian tubuh almarhum, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan.

banner 325x300

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Pemuda Demokrat Indonesia (PDI) DPD Sumatera Utara, Adv. Paulus Peringatan Gulo, SH., MH., CMd., Cvapol., CNeg., CPC, meminta agar seluruh dugaan kejanggalan diusut secara transparan melalui penyelidikan yang independen, profesional, dan objektif.

“Kematian seorang calon prajurit yang baru empat hari menjalani pendidikan tidak boleh menyisakan pertanyaan yang tidak terjawab. Jika memang terdapat dugaan kejanggalan sebagaimana yang beredar dan disampaikan keluarga, maka harus dilakukan penyelidikan secara menyeluruh, profesional, dan terbuka. Kebenaran harus diungkap berdasarkan fakta dan alat bukti,” tegas Paulus.

Paulus mendesak Kepala Rindam I/Bukit Barisan dan Pangdam I/Bukit Barisan untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada keluarga maupun masyarakat mengenai kronologi kejadian serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan.

Menurutnya, apabila hasil penyelidikan nantinya menemukan adanya pelanggaran prosedur maupun unsur kelalaian, maka harus dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan pengawasan selama pendidikan calon prajurit.

“Institusi TNI merupakan kebanggaan bangsa. Karena itu, setiap peristiwa yang menimbulkan pertanyaan publik harus ditangani secara profesional dan transparan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Tidak boleh ada ruang bagi spekulasi. Yang harus dikedepankan adalah pengungkapan fakta secara objektif,” ujarnya.

Paulus juga berharap proses penyelidikan dilakukan secara independen dengan melibatkan unsur pengawasan internal maupun pihak lain yang berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Keluarga berhak memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian almarhum. Apabila nantinya ditemukan adanya unsur pidana atau pelanggaran hukum, maka setiap pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebaliknya, apabila hasil penyelidikan membuktikan tidak ada pelanggaran, penjelasan tersebut juga harus disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” tutup Paulus.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya di Sumatera Utara dan Kepulauan Nias. Publik berharap proses penyelidikan dapat dilakukan secara transparan, profesional, dan berdasarkan fakta sehingga penyebab pasti meninggalnya Genial Gavensi Gulo dapat terungkap serta memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi keluarga maupun masyarakat.(Hendra Hutajulu)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *